DTN Siapkan Seminar Nasional Revitalisasi Kompetensi Tenaga Kerja Indonesia pada Mei 2026

 Yayasan Darma Talenta Nusantara atau DTN menyiapkan Seminar Nasional Sumber Daya Manusia bertema “Revitalisasi Sistem Kompetensi Tenaga Kerja Indonesia dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas, Daya Saing, dan Ketahanan Bangsa di Era Globalisasi dan Digitalisasi–Artificial Intelligent”.

Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada 6 Mei 2026 di Grand Sahid, Jakarta Pusat. Seminar tersebut digelar dalam momentum Hari Pendidikan Nasional dan ditujukan untuk merespons tantangan pembangunan sumber daya manusia Indonesia di tengah globalisasi, digitalisasi, serta perkembangan kecerdasan buatan.

Dalam TOR kegiatan, DTN menilai pembangunan SDM menjadi persoalan mendasar karena berdampak langsung pada produktivitas dan daya saing nasional. Seminar ini diarahkan menjadi forum pembahasan lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, organisasi profesi, hingga institusi usaha.

Sejumlah topik yang akan dibahas mencakup manajemen human capital berbasis sistem pikir, training master plan, pelatihan berbasis kompetensi dan kinerja, analisis kebutuhan kompetensi, budaya korporasi, praktik terbaik pengelolaan pelatihan, hingga skema manajemen kompetensi ILO.

DTN juga mencatat bahwa seminar ini akan mendalami implikasi perkembangan artificial intelligence terhadap pengelolaan SDM, pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi tenaga kerja.

Beberapa narasumber yang disebut telah mengonfirmasi kesiapan hadir antara lain Prof. Dr. Bomer Pasaribu, Laksdya TNI (Purn) Dr. Desi Albert Mamahit, Ir. I Made Dana Tangkas, Dr. Willy Susilo, Prof. H. Harry Madya Hasjim Noemana, dan Dedeh Sri Mulyani. Sementara sejumlah pejabat dan tokoh lain masih dalam proses permohonan sebagai pembicara.

Seminar dijadwalkan berlangsung sejak pagi hingga sore dengan format presentasi, diskusi panel, dan tanya jawab. Hasil seminar, termasuk konklusi, gagasan, dan kritik yang muncul dalam forum, direncanakan dibukukan sebagai referensi bagi para pemangku kepentingan.

Target peserta kegiatan ini meliputi perwakilan kementerian, BNSP, perguruan tinggi, pendidikan vokasi, sekolah kejuruan, institusi usaha yang memiliki unit SDM dan pelatihan, organisasi profesi, himpunan perusahaan pelatihan, serta lembaga pelatihan pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these

No Related Post